
Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso

Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso
Artikel
HUMAS, BONDOWOSO – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama
Islam (STAI) Al-Utsmani Bondowoso ikut andil
dalam FGD (Forum Group Discussion) yang bertajuk “Membangun generasi cerdas Digital:
kolaborasi mahasiswa dalam menguatkan literasi digital masyarakat.” di Balai
Desa Tegal Pasir, Kabupaten Bondowoso pada Minggu (12/7/2026).
Forum yang dibuka dari pukul
08:30 ini menghadirkan dua pemateri utama, bapak Adi Sujipto, S.Pd, dan bapak Muhammad Muhyi Spd, M.Pd.Gr. alumni
sekaligus dosen UINKHAS Jember. Forum ini diresmikan oleh Mahsiswa KKN UINKHAS
Jember posko 47.
Yang bertempat di Desa Tegal
Pasir.
Forum ini mendapatkan apresiasi
penuh dari Dr. Ubaidillah afif, M.pd. selaku DPL Mahasiswa KKN, Dalam
sambutannya beliau menyampaikan “FGD Ini merupakan langkah awal kita dalam
menempuh jenjang digitalisasi yang lebih efektif dan efisien, mahasiswa adalah
pemeran penting dalam mengelola medsos dengan baik,” Ujar Dr. Ubaidillah,
Minggu (12/72026)
Diera digital saat ini kita tak
lagi asing dengan canggihnya teknologi, yang mana pada realita saat ini telah
memasuki 5.0 yang mana seluruh kebutuhan dapat diselesaikan dengan cara instan
dengan bantuan teknologi. Namun meski demikian adanya tidak sedikit kita temui
mahasiswa dibutakan oleh cerdasnya teknologi, sehingga lebih banyak hal negatif
yang yang diterapkan tidak semestinya seperti menyelesaikan tugas makalah
dengan AI, dan masih banyak lagi. oleh
karena itu bapak Muhyi menyebutkan bahwa “Pergunakanlah AI sebaik mungkin,
jangan sampai ia memperalat kita, tapi kitalah yang harus semaksimal mungkin bisa menguasainya.” Ujar Bapak Muhyi.
Dalam pemaparannya bapak Muhyi
menyebutkan bahwa “Digital skill dapat memberdayakan kita dalam komunikasi,
produktivitas, hiburan, dan akses informasi. Selain itu, dengan menguasai media
digital dapat memudahkan kita belajar
dengan mudah dan bekerja lebih efisien,” Tutur bapak Muhyi.
Namun realita dilapangan saat ini
masih banyak mahasiswa yang terkecoh, dengan sikap ketergantungan pada
teknologi yang seakan menjadi tameng utama menyelesaikan urusan jenjang
pendidikan. Oleh karenanya solusi yang tepat untuk itu, dalam pemaparannya, bapak Adi Sucipto (narsumber kedua)
menyebutkan bahwa “Digitalisasi dapat dikedalikan dengan keamanan sandi yang
kuat dan unik, autentifikasi dua
langkah, guanakan jaringan yang aman, dan perbaharui perangkat lunak.”
Dengan adanya forum ini mahasiswa
diharapkan dapat menguasai media untuk berbisnis dengan adanya strategi yang
baik, sebab dengan begitu dengan mengetahui digital skill dapat mempermudah
menjalani kehidupan sehari hari yang tak
bisa lepas dari tautan teknologi. (*)
Pewarta : Siti Hanifatul
Musyarrofah
Editor : Heridianto
©Tim IT STAI Al Utsmani 2024

