
Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso

Jl. KH. Utsman Dusun Beddian Rt. 29 Rw. 06 Desa Jambesari Kecamatan Jambesari Darus Sholah 68263 Kabupaten Bondowoso
Artikel
HUMAS, Bondowoso, 14 Maret 2026. Suasana hangat, penuh kebersamaan, dan sarat makna mewarnai prosesi penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 11 STAI Al Utsmani Bondowoso yang digelar di Ballroom Navara Waterpark, Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat yang selama ini menjadi mitra mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Penarikan KKN tersebut menjadi penutup dari rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung kurang lebih selama 40 hari di Desa Pengarang. Selama masa tersebut, mahasiswa berbaur dengan masyarakat, melaksanakan berbagai program sosial, pendidikan, dan keagamaan yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat desa.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Rahman Kurniawan, M.Pd., yang selama ini membimbing dan mengarahkan mahasiswa agar program kerja yang dijalankan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Senat STAI Al Utsmani Bondowoso, Dr. Ubaidillah Afief, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kepala Desa Pengarang beserta seluruh jajaran pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima serta membimbing mahasiswa KKN dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Menurut beliau, keberhasilan kegiatan KKN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mahasiswa dalam menjalankan program kerja, tetapi juga oleh dukungan masyarakat yang memberikan ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial, budaya, serta dinamika pembangunan di tingkat desa.
Dr. Ubaidillah Afief menegaskan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, kebersamaan, serta pentingnya membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan, kekhilafan, maupun hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat.
“Mahasiswa kami tentu memiliki banyak keterbatasan. Namun kami berharap kehadiran mereka selama ini dapat memberikan manfaat, meskipun sederhana, bagi masyarakat Desa Pengarang. Jika selama proses pengabdian terdapat hal yang kurang berkenan, kami memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Ubaidillah Afief juga memberikan apresiasi atas dipilihnya Navara Waterpark sebagai lokasi kegiatan penarikan KKN. Menurutnya, tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup dikenal di Kabupaten Bondowoso dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Beliau berharap ke depan dapat terbangun kerja sama yang berkelanjutan antara pengelola Navara Waterpark dengan STAI Al Utsmani Bondowoso, sehingga berbagai kegiatan akademik, seminar, pelatihan, hingga agenda berskala regional maupun nasional dapat diselenggarakan di tempat ini.
Sementara itu, Kepala Desa Pengarang, Bapak Muhammad Muhlis, dalam sambutannya tidak hanya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN, tetapi juga memberikan pesan moral yang sangat menyentuh dan inspiratif bagi para mahasiswa.
Dalam suasana penuh kehangatan, beliau berbagi kisah perjalanan hidupnya di masa muda yang penuh keterbatasan ekonomi. Dengan nada reflektif, beliau menceritakan bagaimana masa-masa sulit yang pernah dialaminya justru menjadi sumber kekuatan untuk terus belajar, bekerja keras, dan tidak menyerah pada keadaan.
Beliau juga menekankan pentingnya nilai keta’dziman kepada guru sebagai salah satu sumber keberkahan ilmu dalam kehidupan seseorang. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui kecerdasan, tetapi juga melalui adab, penghormatan, serta ketulusan hati dalam menghargai para guru dan orang-orang yang telah memberikan ilmu.
“Dulu kami hidup dalam keterbatasan. Namun satu hal yang selalu kami pegang adalah menghormati guru dan orang yang memberi ilmu. Dari situlah keberkahan datang. Ilmu yang diberkahi akan mengantarkan seseorang pada kehidupan yang lebih baik,” tutur beliau di hadapan para mahasiswa.
Kisah sederhana namun penuh makna tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para mahasiswa KKN yang hadir. Banyak di antara mereka yang terlihat tersentuh oleh pesan-pesan kehidupan yang disampaikan oleh Kepala Desa Pengarang tersebut.
Beliau juga berharap para mahasiswa tidak hanya menjadikan pengalaman KKN sebagai kewajiban akademik semata, tetapi sebagai momentum pembelajaran kehidupan yang akan membentuk karakter mereka di masa depan.
“Kalian adalah generasi masa depan. Jangan pernah merasa kecil karena keterbatasan. Teruslah belajar, hormati guru, dan jaga niat baik dalam menuntut ilmu. InsyaAllah jalan kehidupan akan dimudahkan,” pesannya.
Acara penarikan KKN tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain sambutan-sambutan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan cenderamata, dokumentasi bersama, serta berbagai ungkapan terima kasih dari mahasiswa kepada masyarakat yang telah menerima mereka selama masa pengabdian.
Bagi para mahasiswa, kegiatan KKN ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga pengalaman sosial dan spiritual yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka.
Dengan berakhirnya kegiatan KKN Posko 11 di Desa Pengarang ini, diharapkan jalinan silaturahmi antara STAI Al Utsmani Bondowoso dengan masyarakat Desa Pengarang tetap terjaga dengan baik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membangun peradaban desa serta menciptakan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (*)
©Tim IT STAI Al Utsmani 2024

